Sesuai janjiku di postingan sebelumnya, bahwa aku akan
melanjutkan cerita pengalaman-pengalaman magangku sampai betapa harunya
berpamitan dengan pegawai Tata Pemerintahan. Pengalaman kocak yang bisa
dibilang malu-maluin pasti banyak, mengingat betapa minimnya pengetahuan
tentang
dunia kerja yang sesungguhnya.
Banyak perubahan positif yang aku rasakan setelah menjalani kegiatan magang ini. Pengetahuanku bertambah, terutama soal alur kerja di bagian Tata Pemerintahan. Semua itu bisa aku pelajari berkat bimbingan para staf yang sabar dan penuh perhatian.
Selama hampir tiga bulan, aku dan Henny merasa benar-benar diterima. Suasananya hangat, akrab, seperti sudah jadi bagian dari keluarga. Di waktu-waktu senggang, kami sering mengobrol santai, paling sering sih sama Pak Erwin—orangnya ramah dan menyenangkan.
Banyak momen tak terlupakan selama di sana. Salah satunya, saat kami diundang ke acara ulang tahun Pak Tezar, pembimbing kami, yang diadakan di sebuah rumah makan. Serunya lagi, kami berangkat naik mobil beliau langsung bareng para pegawai lainnya. Hehe, pengalaman sederhana tapi berkesan banget.
Kami juga pernah tiga kali bolak-balik ke Bagian Hukum gara-gara ada revisi SK. Naik-turun tangga berulang kali bikin kaki pegal, tangganya banyak banget kayak nggak habis-habis—tapi tetap kami jalani dengan semangat. Walau tugas utamanya bukan milik kami, rasanya senang bisa ikut membantu kasubbag Pertanahan dan stafnya.
Tanpa terasa, tibalah hari perpisahan, 6 Juni 2014. Berat rasanya meninggalkan tempat yang sudah jadi bagian dari keseharian kami. Sayangnya, di hari terakhir itu Pak Tezar sedang dinas luar, jadi kami belum sempat pamit langsung. Akhirnya, beberapa hari kemudian kami kembali mampir… dan malah sempat dikerjain dulu sebelum pamit. Hahaha, kenangan manis yang bikin nangis haru sekaligus ketawa.
Terima kasih untuk semua staf di Bagian Tata Pemerintahan yang telah menerima kami dengan sangat baik. Dari magang ini, aku belajar banyak, bahkan sempat beberapa kali bertemu langsung dengan Wali Kota Banjarmasin—siapa sangka, kan?
Pengalaman ini bukan sekadar tugas sekolah, tapi pelajaran hidup yang penuh makna. ❤️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar