Setiap orang punya cara
tersendiri saat berhadapan dengan kekecewaan. Bisa dengan menangis, marah,
ataupun berontak.
Begitupun dengan aku, aku
adalah seseorang yang nggak suka kekecewaan (mungkin semua orang juga begitu)
dan kadang nggak sanggup dalam menahan air mata, aku bisa berpura-pura kuat,
tapi air mata bisa keluar dengan sendirinya. Seolah memberi tau agar aku jangan bersandiwara
dengan rasa kecewa.
Dalam kekecewaan, terkadang air
mata bisa keluar karena tak kuatnya menahan sesak di hati.
Seperti beberapa waktu lalu, aku
sangat-sangat kecewa dengan hasil raport yang menurun di banding
semester-semester sebelumnya, yang awalnya berada di peringkat 2 menjadi berada
di peringkat 4 dan keluar dari 3 besar. Aku berharap, berusaha, dan berdo’a
untuk itu, tetapi kenyataannya aku terlempar. Aku sempat benar-benar
terpukul, aku merasa ini benar-benar mengecewakan.
Tapi aku cepat-cepat
mengubah persepsiku, karena terkadang untuk bahagia, kita hanya perlu
mengubah pola pikir, harus lebih bersemangat kedepannya. Dengan kekecewaan kita
belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang nggak hanya bersyukur di
saat diberi kebahagiaan, tetapi juga bersyukur saat diberi cobaan, tetap
ingat bahwa kejadian apapun itu selalu ada hikmahnya, alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar