Rabu, 02 Juli 2014

Kecewa

Setiap orang punya cara tersendiri saat berhadapan dengan kekecewaan. Bisa dengan menangis, marah, ataupun berontak.

Begitupun dengan aku, aku adalah seseorang yang nggak suka kekecewaan (mungkin semua orang juga begitu) dan kadang nggak sanggup dalam menahan air mata, aku bisa berpura-pura kuat, tapi air mata bisa keluar dengan sendirinya. Seolah memberi tau agar aku jangan bersandiwara dengan rasa kecewa.

Dalam kekecewaan, terkadang air mata bisa keluar karena tak kuatnya menahan sesak di hati.

Seperti beberapa waktu lalu, aku sangat-sangat kecewa dengan hasil raport yang menurun di banding semester-semester sebelumnya, yang awalnya berada di peringkat 2 menjadi berada di peringkat 4 dan keluar dari 3 besar. Aku berharap, berusaha, dan berdo’a untuk itu, tetapi kenyataannya aku terlempar. Aku sempat benar-benar terpukul, aku merasa ini benar-benar mengecewakan. 

Tapi aku cepat-cepat mengubah persepsiku, karena terkadang untuk bahagia, kita hanya perlu mengubah pola pikir, harus lebih bersemangat kedepannya. Dengan kekecewaan kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang nggak hanya bersyukur di saat diberi kebahagiaan, tetapi juga bersyukur saat diberi cobaan, tetap ingat bahwa kejadian apapun itu selalu ada hikmahnya, alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar