Rabu, 02 Juli 2014

Cerita Magang Di Bagian Tapem Pemkot Banjarmasin

Di sekolahku, siswa-siswi diwajibkan melaksanakan magang sebanyak dua kali—pertama di kelas 11 semester 2, dan yang kedua di kelas 12 semester 1. Masing-masing berlangsung sekitar tiga bulan.

Waktu itu, benar-benar jadi pengalaman magang pertamaku. Sejak jauh-jauh hari, aku sudah nggak sabar menanti pengalaman baru. Tapi, rasa excited itu juga datang bareng perasaan gugup yang susah dijelasin. Hari itu, 24 Maret 2014, adalah hari pertama aku magang—atau lebih dikenal dengan istilah PKL—di Pemerintah Kota Banjarmasin, tepatnya di bagian Tata Pemerintahan, bareng temanku, Henny.

Ternyata, di ruangan itu, cuma aku dan Henny yang jadi anak magang. Pagi itu kami duduk di sofa depan ruangan Tata Pemerintahan yang tertutup rapat. Kami pikir masih dikunci, jadi kami nunggu hampir setengah jam. Sampai akhirnya datang seorang ibu muda. Ia menyapa, “Anak magang ya?” Kami cuma manggut-manggut malu. Ternyata... ruangan itu dari tadi nggak dikunci! Rasanya pengen ngakak dan malu campur jadi satu.

Begitu masuk, kami dipersilakan duduk lagi di sofa. Deg-degan banget. Ruangan masih sepi karena memang belum jam masuk. Kami datang terlalu awal, sekitar jam 7 WITA. Saat ditanya pun, aku dan Henny cuma bisa jawab sekadarnya—senyum-senyum kikuk sambil nunggu guru pembimbing dari sekolah datang.

Setelah menunggu cukup lama, guru pembimbing kami akhirnya datang. Beliau ngobrol cukup lama dengan pembimbing kami di tempat magang. Setelah itu, kami dipersilakan duduk di meja kerja—untung banget duduknya sebelahan sama Henny. Rasanya lebih tenang.

Tugas pertama kami adalah mengurus surat relasi, mengelola buku agenda, dan bantu pengarsipan surat. Awalnya canggung dan salah tingkah banget. Tapi untungnya para staf di sana sangat membantu. Kami paling sering kerja bareng Pak Umar dan Pak Randi, yang merupakan staf langsung di bawah Pak Tezar, kasubbag Pem-Umum dan juga pembimbing kami. Mereka sibuk banget, apalagi kalau lagi banyak kunjungan kerja (kunker). Dalam sehari bisa dua kali. Bagian yang paling ribet tuh ngurus surat—karena semua dibagikan manual, belum lewat email.

Dari sekian banyak kegiatan selama magang, yang paling membekas buatku adalah saat ikut rapat sosialisasi pembebasan tanah. Banyak warga yang datang, dengan latar belakang beragam. Aku dan Henny ditugaskan menjaga daftar hadir dan membagikan snack.

Ada yang bikin hatiku benar-benar terketuk, yaitu saat menyadari bahwa sebagian besar warga yang datang tidak bisa membaca atau menulis. Salah satunya seorang nenek yang sedang sakit tumor. Saat ingin mengisi daftar hadir, beliau bilang nggak punya alamat. Aku sempat bingung, tapi lalu beliau menjelaskan kalau ia tinggal di lanting—rumah terapung di atas sungai. Makanya, nggak punya alamat tetap. Kami pun mendapat izin dari Pak Rusni, kasubbag Pertanahan, untuk tetap mencatat kehadiran beliau.

Hari itu aku diam. Pertanyaan besar muncul di kepalaku:
“Apakah karena keterbatasan itulah mereka kesulitan mendapat pendidikan? Bahkan untuk sekadar bisa membaca dan menulis?”

Padahal, pendidikan adalah dasar awal bagi siapa pun untuk meraih hidup yang lebih baik. Aku hanya bisa berharap semoga makin banyak orang yang sadar pentingnya pendidikan—dan semoga para pemimpin kita benar-benar memberi perhatian lebih pada hal ini.

Sebenarnya masih banyak banget pengalaman yang ingin kuceritakan selama magang di bagian Tata Pemerintahan Pemkot Banjarmasin. Tapi aku juga harus belajar menulis lebih ringkas, biar nggak mubazir kata-kata. Hehe.

Sampai sini dulu, ya. Di postingan selanjutnya, aku bakal lanjut cerita—termasuk momen haru saat berpamitan dengan para pegawai di sana.

 Aula Kayuh Baimbai. Dijepret saat membantu mempersiapkan kunker.

Di depan Aula nih, hehe. Muka udah lepek, capek habis bolak-balik, tapi sempet-sempetnya minta difoto. :D

Waktu nge-fotocopy berkas, biasalah, anak magang.

Ini waktu kunjungan dari Kementerian. Yang pakai baju putih itu Pak Gazi, kebetulan beliau yang nyambut orang-orang kementerian waktu itu. Pak Gazi ini baik banget loh, beliau ini asisten administrasi di Pemerintah Kota Banjarmasin.

Buku Agenda. Aku kangeeeeen. :D

Ini waktu Ustadz Ahmad Al Habsyi datang ke pemkot.

Ini ruang rapat yang letaknya di ruangan Pak Walikota.

Hihi. :p

Setelah kelar makan-makan nih kalo nggak salah. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar